Pertanyaan : Cari kepustakaan tentang perbedaan yang mungkin terjadi kalu pemanasan dilakukan pada tekanan vakum dan saat tekanan atmosfer normal !
Jawab : Proses pengeringan bahan pangan merupakan salah satu penerapan dari proses pemanasan . Pengeringan itu sendiri merupakan metode pengawetan dengan cara pengurangan kadar air dari bahan pangan sehingga daya simpan menjadi lebih panjang . Prinsip proses pengeringan itu sendiri adalah proses terjadinya pindah panas dari alat pengering dan difusi air (pindah massa ) dari bahan yang dikeringkan . Pindah massa air tersebut memerlukan perubahan fase air dari cair menjadi uap atau dari beku menjadi uap (pada pengeringan beku) , di dalam proses perubahan tersebut memerlukan panas laten . Dalam metode pengeringan, berdasarkan proses pengeringan yang terjadi atau sumber energi yang digunakan untuk mengeringkan, metode pengeringan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe berikut : 1. Pengeringan matahari 2. Proses pengeringan atmosferik 3. Pengeringan subatmosferik Dalam hal ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah poit 2 dan 3, yakni proses pengeringan atmosferik dan pengeringan subatmosferik . Proses pengeringan atmosferik, yaitu pengeringan pada kondisi tekanan 1 atm tanpa diberikan perlakuan vakum. Contoh pengeringan yang menggunakan metode ini adalah sistem Batch (kiln, tower, pengeringan kabinet), dan sistem kontinu (pengering trowongan, ban berjalan, semprot, drum/berputar). Pengeringan Subatmosferik, yaitu kondisi pengeringan dengan pengurangan tekanan udara sampai vakum. Pengeringan yang termasuk ke dalam jenis ini adalah pengeringan vakum dan pengeringan beku. Pengeringan vakum merupakan metode pengeringan dalam wadah (chamber) pada kondisi vakum, yaitu tekanan yang digunakan dikurangi dibawah tekanan atmosfer untuk menghilangkan air dari bahan pada suhu dibawah titik didih air. Adapun pengeringan beku merupakan metode pengeringan produk yang dibekukan kemudian dikeringkan (air dihilangkan) melalui proses sublimasi. Sublimasi merupakan proses perubahan fase air dari padat atau beku menjadi fase gas atau uap. Proses sublimasi dilakukan pada kondisi sangat vakum . Jadi dapat disimpulkan bahwa pada proses pengeringan atmosferik suhu yang digunakan lebih tinggi sehingga beresiko kerusakan pada bahan pangan akibat panas , dan proses oksidasi susah untuk dihindari . Sedangkan pada pengeringan vakum , keuntungan penggunaan suhu yang lebih rendah adalah kerusakan akibat panas dapat diminimumkan. Selain itu, proses oksidasi terhadap bahan selama pengeringan dapat dihindari sehingga perubahan produk akibat proses pengeringan dapat diminimumkan . (Teti dan Ahmadi,2009) Kepustakaan : Estiasih , Teti dan Kgs Ahmadi.2009.Teknologi Pengolahan Pangan.Bumi Aksara.Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar